Kumpulan Puisi dan Sajak

Sajak Subuh oleh Sapardi Djoko Damono

Posted on: August 31, 2010

Waktu mereka membakar gubuknya awal subuh itu
ia baru saja bermimpi tentang mata air.
Mereka berteriak, “Jangan bermimpi!”
dan ia terkejut tak mengerti.
Sejak di kota itu ia tak pernah sempat bermimpi.
Ia ingin sekali melihat kembali warna hijau dan mata air,
tetapi ketika untuk pertama kalinya.
Ia bermimpi subuh itu, mereka membakar tempat tinggalnya.
“Jangan bermimpi!” gertak mereka.
Suara itu terpantul di bawah jembatan dan tebing-tebing sungai.
Api menyulut udara lembar demi lembar,
lalu meresap ke pori-pori kulitnya.
Ia tak memahami perintah itu
dan mereka memukulnya, “Jangan bermimpi! ”
Ia rubuh dan kembali bermimpi tentang mata air dan …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kumpulan Puisi dan Sajak

%d bloggers like this: