Kumpulan Puisi dan Sajak

Petualang oleh WS Rendra

Posted on: September 6, 2010

Diserahkannya rindunya pada tali-tali gitar
hatinya tidak lagi di badannya

Tanah ibu yang jadi asing kecuali dirindu
terbaring antara dua sisi:
istirah dirajai lesu merampas sisa umurnya
dan menggenggam tuju membusuk di dada
ke daerah yang menutup pintu sebelum membuka.

Sebab keyakinan ada arti pada diri
dicobanya berulang kali
berpaling dari hasrat tarik diri.

Dalam alir darahnya mengalir sumpah petualang:
berkubur di lautan apa rimba tak terduga.

Ditatapnya nyalang mula tuju
katupan pintu.
Menatap juga ia kaki belum kuasa dilangkahkan.

Terbawa rindu tiap kelelahan meniduri diri
tanah ibu, sumur tua, mata adiknya
menjerit-jerit ia dalam kebisuan mulutnya
diserahkannya rindunya pada tali-tali gitar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kumpulan Puisi dan Sajak

%d bloggers like this: